Postingan

Kitab Takhrij Hadis: Nashb al-Rayah li Ahadits al-Hidayah

Nashb al-Rayah li Ahadits al-Hidayah Kitab ini adalah salah satu dari kitab takhrij hadis yang paling populer yang sampai kepada kita. Ditulis oleh al-Al-Hafidh Jamal al-Din Abu Muhammad ‘Abdullah bin Yusuf al-Zaila’i al-Hanafi yang wafat pada tahun 762 H. [1] Penulis menakhrij hadis-hadis yang dijadikan argumentasi oleh al-‘Allamah ‘Ali bin Abu Bakar al-Marghinani al-Hanafi ( -593 H) di dalam kitabnya al-Hidayah yang memuat fikih mazhab al-Hanafi. Nashb al-Rayah adalah kitab takhrij yang paling bagus, paling bermanfaat, dan paling lengkap  yang menyebutkan jalur-jalur periwayatan hadis, menjelaskan tempat di mana hadis itu berada di kitab-kitab hadis. Di dalamnya disebutkan pendapat-pendapat ulama al-Jarh wa al-Ta’dil tentang perawi-perawi dalam sanad hadis tersebut dengan cara yang cukup memuaskan yang belum pernah dilakukan sebelumnya -sependek yang saya ketahui-. Karena itu, ulama-ulama takhrij setelahnya banyak yang mengikuti metodenya dan mengambil informasi yang ...

Pengertian Takhrij Hadis

    Pengertian Takhrij Secara Bahasa Takhrij secara bahasa berarti berkumpulnya dua perkara yang saling bertentangan di dalam satu hal. Disebutkan di dalam kamus al-Muhith, “Takhrij juga dipahami sebagai khishb (subur) dan jadzb (gersang). Dalam arti, bumi yang dikeluarkan ( mukharrajah ) tumbuh-tumbuhannya di satu tempat namun tidak di tempat lain. Jika dikatakan kharraja al-lauh takhrijan (papan dikeluarkan) maknanya adalah sebagian ditulis dan sebagian tidak. Sedangkan kata al-kharaj memiliki pengertian dua jenis warna, putih dan hitam.” [1] Umumnya, takhrij diartikan ke dalam beberapa makna. Yang paling populer adalah: -           Al-Istinbath (mengeluarkan); di dalam kamus al-Muhith kata al-istikhraj dan al-ikhtira’ memiliki makna yang sama dengan al-istinbath (mengeluarkan). [2] -           Al-Tadrib (pendidikan/pelatihan); di dalam kamus al-Muhith   disebutkan...